Beranda / Gaya Hidup / Turun Lebih dari 90 Kg: Kisah Eddie yang Berubah Total Berkat Hot Yoga dan Angkat Beban

Turun Lebih dari 90 Kg: Kisah Eddie yang Berubah Total Berkat Hot Yoga dan Angkat Beban

Turun Lebih dari 90 Kg: Kisah Eddie yang Berubah Total Berkat Hot Yoga dan Angkat Beban

Bayangkan berat badanmu nyaris 182 kg, napas terasa berat hanya untuk berdiri, dan keluarga khawatir kamu nggak akan panjang umur. Itu yang dialami Eddie Adegeye, pria keturunan Nigeria di Minneapolis, Amerika. Tapi sekarang? Dia berhasil turun berat badan 90 kg lebih – tepatnya 93 kg – dan hidupnya benar-benar berubah.

Caranya? Bukan diet ekstrem atau operasi, tapi kombinasi hot yoga dan angkat beban yang konsisten. Kisah Eddie ini bikin banyak orang terinspirasi, karena dia membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil. Kalau kamu lagi struggle dengan berat badan, cerita ini bisa jadi motivasi banget. Yuk, kita bahas perjalanannya dari awal sampai sekarang.

Awal Mula: Dari Anak Besar Sampai Berat 182 Kg

Eddie bukan orang yang dari kecil kurus. Sejak SD, dia selalu jadi yang terbesar di antara teman-temannya. Meski dulu aktif main basket, sepak bola, bahkan American football, berat badannya tetap naik. Masalahnya? Pola makan.

Makanan keluarga Nigeria yang kaya karbo seperti nasi dan kuah berminyak, ditambah kebiasaan makan fast food dalam porsi jumbo. Pas kuliah, situasi makin parah: pesan makanan online setiap hari, nggak ada olahraga, dan gaya hidup duduk terus.

Setelah lulus kuliah tahun 2018, berat badannya mencapai 401 pounds atau sekitar 182 kg. Ukuran baju 4XL, celana pinggang 46 inci. Eddie sadar ada yang salah saat ibunya ngomong blak-blakan: takut dia kena diabetes komplikasi seperti kakeknya yang meninggal karena itu.

“Saya mulai takut sendiri. Kalau nggak berubah, hidup saya benar-benar terancam,” katanya.

Motivasi Utama: Takut Meninggal Muda

Banyak orang mulai diet karena ingin tampil keren. Tapi Eddie? Motivasi utamanya adalah survival. Dia nggak mau nasibnya sama seperti kakeknya.

Ibunya sering ngingetin risiko obesitas, apalagi dengan riwayat keluarga. Pada usia 24 tahun, Eddie akhirnya mutusin: cukup. Dia mulai perjalanan turun berat badan 90 kg lebih ini dengan langkah sederhana, tapi konsisten.

Langkah Awal: Mulai dari Gym Malam Hari

Eddie nggak langsung jadi pro. Awalnya, dia minder banget ke gym. Takut diliatin orang, takut salah teknik angkat beban. Jadi, dia pilih datang malam hari saat gym sepi.

Dia mulai dengan cardio ringan dan latihan mesin. Setelah tiga bulan, teman ngajak coba yoga biasa di gym Life Time. Awalnya Eddie benci – napas ngos-ngosan, gerakan susah. Tapi dia terusin, dan lama-lama suka sama teknik pernapasan dan fleksibilitasnya.

Dia tambah jalan kaki jarak jauh, bahkan olahraga dua kali sehari: sebelum dan sesudah kerja. Hasilnya? Dalam waktu relatif singkat, dia turun 36 kg dulu. Mantap banget!

Setback Pandemi dan Comeback dengan Hot Yoga

Pas pandemi COVID, banyak orang mundur, termasuk Eddie. Rutinitas terganggu, berat badan naik lagi sedikit. Tapi akhir 2021, dia balik lagi dengan semangat baru.

Kali ini, dia coba hot yoga – yoga di ruangan panas 36-40°C. Ditambah duduk di sauna 45 menit pakai baju tebal biar keringat banjir. Awalnya buat bakar “water weight”, tapi lama-lama ketagihan.

“gym jadi seperti klub sosial buat saya sekarang,” ujarnya.

Apa Sih Hot Yoga Itu dan Kenapa Ampuh Buat Turun Berat Badan?

Hot yoga adalah yoga yang dilakukan di ruangan panas dengan kelembapan tinggi. Suhu biasanya 35-42°C. Kenapa efektif?

  • Membakar kalori lebih banyak karena tubuh kerja ekstra buat pendinginan
  • Meningkatkan fleksibilitas otot lebih cepat
  • Detoks melalui keringat deras
  • Mengurangi stres dan bantu tidur lebih nyenyak – penting buat kontrol nafsu makan

Eddie bilang, dulu dia nggak pernah bayangin bisa headstand. Sekarang? Udah biasa. Hot yoga bantu dia bangun kekuatan inti dan percaya diri.

Kombinasi Sempurna: Angkat Beban Berat

Eddie nggak cuma yoga. Dia belajar angkat beban berat secara serius. Kenapa angkat beban penting buat turun berat badan 90 kg seperti dia?

  • Bangun otot → metabolisme naik, bakar kalori bahkan saat istirahat
  • Bentuk tubuh lebih kencang, nggak kendur meski berat badan turun drastis
  • Tingkatkan hormon pembakar lemak

Dia bahkan ikut kompetisi endurance yang melibatkan angkat beban. Dari yang takut salah teknik, sekarang jadi pro.

Pola Makan: Realistis, Bukan Ekstrem

Eddie nggak langsung ubah makan 180 derajat. Awalnya fokus olahraga dulu, baru diet. Prinsipnya sederhana:

  • Defisit kalori, tapi nggak kelaparan
  • Tetap makan makanan favorit, tapi porsi dikontrol
  • Pilih makanan bernutrisi tinggi – sering makan di Chipotle karena mirip masakan ibunya

Dia nggak larang diri makan fast food sama sekali. Justru itu yang bikin sustainable.

Tantangan yang Dihadapi dan Cara Mengatasinya

Perjalanan Eddie nggak mulus. Beberapa tantangan besar:

  • Minder ke gym → solusi: datang saat sepi
  • Susah napas di yoga awal → terus latihan pernapasan
  • Pandemi bikin mundur → balik lagi dengan target baru
  • Teman mikir dia lagi rusak mobil karena sering jalan kaki jauh

Kuncinya? Konsistensi dan sabar. Eddie bilang, “Kalau saya bisa, siapa pun bisa.”

Transformasi Sekarang: Dari 182 Kg ke 89 Kg

Sekarang Eddie stabil di sekitar 89 kg. Ukuran baju dari 4XL jadi M, celana dari 46 inci jadi 32 inci. Energi melonjak, percaya diri naik, nggak takut diabetes lagi.

Dia kerja di asuransi sambil punya bisnis food truck – bukti energi barunya. Gym jadi tempat sosialisasi, hidup jauh lebih bahagia.

Tips dari Eddie Buat Kamu yang Mau Turun Berat Badan

Mau coba seperti Eddie? Ini beberapa tips praktis:

  • Mulai kecil, jangan langsung ekstrem
  • Temuin olahraga yang kamu suka – kalau yoga nggak cocok, cari yang lain
  • Kombinasi cardio (hot yoga) dan strength training (angkat beban) paling efektif
  • Diet realistis, jangan larang semua makanan enak
  • Konsisten lebih penting daripada sempurna
  • Cari komunitas – gym atau kelas yoga bikin lebih semangat

Ingat, proses Eddie makan waktu bertahun-tahun. Nggak ada shortcut.

Eddie Adegeye membuktikan bahwa turun berat badan 90 kg lebih itu mungkin dengan cara yang sehat dan sustainable. Hot yoga dan angkat beban jadi kunci utamanya, ditambah pola makan realistis dan mindset kuat.

Kalau kamu lagi di titik terendah, ingat kata Eddie: “Yang paling penting, saya sekarang menghargai diri saya sendiri.” Mulai hari ini, yuk! Siapa tahu tahun depan kamu yang jadi inspirasi orang lain.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *