Beranda / Pendidikan / Business Plan Ayam Petelur: Inspirasi Keren dari Mahasiswa KKN Unand untuk BUMNag Guguak

Business Plan Ayam Petelur: Inspirasi Keren dari Mahasiswa KKN Unand untuk BUMNag Guguak

Business Plan Ayam Petelur: Inspirasi Keren dari Mahasiswa KKN Unand untuk BUMNag Guguak

Bayangkan kalau desa kamu punya usaha sendiri yang menghasilkan uang stabil setiap bulan. Telur ayam segar dijual ke pasar lokal, untungnya balik modal cepat, dan warga dapat kerjaan baru. Kedengarannya mantap, kan?

Baru-baru ini, mahasiswa KKN dari Universitas Andalas (Unand) periode pertama 2026 melakukan hal persis seperti itu di Nagari Guguak, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Mereka menyusun business plan ayam petelur lengkap untuk Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Guguak. Hasilnya? Dokumen profesional yang siap jadi panduan buat usaha peternakan ayam petelur di desa.

Kerennya, ide ini lahir dari observasi langsung dan obrolan dengan wali nagari, pengurus BUMNag, sampai peternak berpengalaman. Mereka pilih ayam petelur karena permintaan telur selalu ada, risikonya relatif rendah, dan cocok buat pendapatan rutin desa.

Kalau kamu lagi mikir mau mulai usaha serupa – entah untuk BUMNag, BUMDes, atau pribadi – cerita ini bisa jadi inspirasi besar. Di artikel ini, kita bahas cara bikin business plan ayam petelur yang solid, pakai pelajaran dari anak-anak KKN Unand tadi.

Mahasiswa KKN seperti ini lagi diskusi program di desa – mirip banget yang dilakukan tim Unand di Guguak.

Kenapa Bisnis Ayam Petelur Masih Jadi Pilihan Favorit di 2026?

Telur ayam itu kebutuhan pokok. Orang makan telur setiap hari, dari rumah tangga sampai warung makan. Permintaan stabil, bahkan naik terus seiring populasi bertambah.

Di tingkat desa, usaha ini pas banget. Modalnya bisa disesuaikan – mulai dari skala kecil 500 ekor sampai ribuan. Panen telur harian bikin cash flow lancar. Plus, kotoran ayam bisa jadi pupuk organik tambahan.

Di Nagari Guguak, tim KKN Unand lihat potensi ini langsung. Wali Nagari Zainal bilang, business plan ini bisa jadi acuan awal buat kembangkan unit usaha BUMNag secara profesional. Harapannya, tambah Pendapatan Asli Nagari (PANag) dan buka lapangan kerja baru.

Jatinom Indah Group, Peternakan Ayam Terbesar di Blitar

Contoh peternakan ayam petelur skala besar di pedesaan Indonesia – visi yang bisa direalisasikan lewat BUMNag.

Komponen Utama dalam Business Plan Ayam Petelur

Business plan yang bagus itu seperti peta jalan. Tanpa itu, usaha gampang nyasar. Tim Unand masukkan beberapa bagian penting ini dalam dokumen mereka:

1. Profil Usaha

Ceritain siapa pemiliknya (BUMNag), visi-misi, dan tujuan. Misalnya, “Menjadi unit usaha peternakan ayam petelur terdepan di nagari yang berkontribusi pada ketahanan pangan lokal.”

2. Analisis Pasar

Cek permintaan telur di sekitar, kompetitor, dan harga jual. Di Guguak, pasar stabil karena telur selalu dicari.

3. Strategi Pemasaran

Cara jual telurnya gimana? Langsung ke pasar tradisional, suplai ke warung, atau kerjasama dengan pedagang besar?

4. Rencana Operasional

Ini bagian teknis: desain kandang, pemilihan bibit (DOC), pakan, vaksinasi, dan manajemen harian.

5. Proyeksi Keuangan

Hitung modal awal, biaya operasional, pendapatan, sampai break even point.

Dokumen dari Unand lengkap banget, termasuk manajemen risiko biar usaha tetap jalan meski ada penyakit atau fluktuasi harga pakan.

Kandang modern seperti ini bisa jadi referensi – efisien dan ramah ayam.

Langkah-Langkah Membuat Business Plan Ayam Petelur Sendiri

Mau coba bikin sendiri? Ikuti langkah sederhana ini, terinspirasi dari pendekatan tim KKN Unand:

  1. Observasi Lapangan Turun langsung ke lokasi. Lihat lahan yang tersedia, akses air, dan listrik.
  2. Kumpul Data Wawancara peternak lokal, catat harga pakan terkini, bibit, dan telur.
  3. Tentukan Skala Mulai kecil dulu, misalnya 1.000 ekor, biar mudah dikelola.
  4. Analisis SWOT Kekuatan (permintaan tinggi), kelemahan (risiko penyakit), peluang (pasar lokal), ancaman (harga pakan naik).
  5. Buat Proyeksi Keuangan Hitung modal: kandang, bibit, pakan 3 bulan pertama, obat. Estimasi pendapatan dari produksi telur harian.
  6. Diskusi dengan Stakeholder Seperti yang dilakukan Unand – libatkan wali nagari, pengurus BUMNag, dan ahli lokal.
  7. Finalisasi Dokumen Tulis rapi, tambah lampiran foto dan tabel.
Sistem Kandang Modern Ayam Petelur Menjadi Ramah Lingkungan –

Kandang battery modern – banyak dipakai untuk efisiensi ruang.

Tips Operasional dari Pengusaha Berpengalaman di Guguak

Rahmat Allah, peternak berpengalaman yang kasih masukan ke tim Unand, tekankan pentingnya manajemen kandang dan pakan yang baik. Ayam sehat, telur banyak dan berkualitas.

Beberapa tips praktis:

  • Pilih bibit unggul seperti Isa Brown atau Lohmann Brown.
  • Kandang harus ventilasi bagus, hindari kepadatan berlebih.
  • Vaksinasi rutin biar terhindar dari Newcastle Disease atau flu burung.
  • Catat semua pengeluaran dan pemasukan harian.

Kalau di desa, manfaatkan pakan alternatif seperti dedak atau jagung lokal untuk tekan biaya.

Telur segar seperti ini yang jadi target – langsung dari kandang ke konsumen.

Proyeksi Keuangan Sederhana untuk Skala 1.000 Ekor

Misalnya mulai dengan 1.000 ekor ayam petelur:

  • Modal awal: sekitar Rp150-200 juta (kandang, bibit, pakan awal).
  • Produksi: setelah 5 bulan, bisa 800-900 telur/hari.
  • Harga jual Rp2.000/telur, pendapatan bulanan bisa Rp40-50 juta.
  • Biaya operasional (pakan utama) sekitar 60-70% dari pendapatan.
  • Balik modal: 1,5-2 tahun, tergantung manajemen.

Angka ini tentu bisa disesuaikan dengan kondisi lokal. Di Guguak, fokusnya ke efisiensi biar untung maksimal untuk kas nagari.

Pelajaran Berharga dari KKN Unand

Yang bikin cerita ini spesial adalah kolaborasi. Mahasiswa bawa ilmu kampus, tapi tetap dengar masukan dari masyarakat. Ketua BUMNag Guguak, Rizky Ahmad, bilang dokumen ini jadi referensi desain usaha yang sesuai kebutuhan warga.

Ini bukti kalau pengabdian mahasiswa bisa berdampak nyata. Bukan cuma teori, tapi solusi praktis untuk ekonomi desa.

Kalau kamu di nagari atau desa lain, coba ajak mahasiswa KKN atau buat tim sendiri. Siapa tahu, business plan ayam petelur bisa jadi penyelamat ekonomi lokal.

Using the Business Model Canvas to Refine Your Farm Business Idea – Farm Management

Contoh canvas sederhana untuk mapping business plan – berguna banget buat visualisasi.

Kesimpulan: Saatnya Action!

Business plan ayam petelur bukan cuma dokumen di kertas. Ini blueprint buat usaha yang berkelanjutan, seperti yang lagi digagas di BUMNag Guguak berkat mahasiswa KKN Unand.

Kalau kamu tertarik mulai usaha serupa, mulai dari riset kecil-kecilan. Diskusi dengan warga, hitung modal, dan buat rencana sederhana dulu. Siapa tahu, desa kamu next yang punya peternakan ayam petelur sukses.

Yuk, share pengalamanmu di komentar kalau sudah pernah coba usaha ini!

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *