Indonesia menyimpan banyak cerita menarik dari masa lalu melalui bandara tertua di Indonesia. Fasilitas penerbangan ini tidak hanya menjadi saksi bisu perkembangan aviasi, tapi juga peristiwa penting seperti kolonialisme dan perjuangan kemerdekaan. Anda mungkin penasaran dengan lokasi serta sejarah bandara-bandara lama ini. Artikel ini mengupas lima bandara paling awal berdiri, berdasarkan data historis terpercaya. Mulai dari era Hindia Belanda hingga transformasi modern, setiap bandara menawarkan wawasan unik. Temukan bagaimana mereka membentuk transportasi udara nasional. Selain itu, pelajari fakta menarik yang jarang diketahui. Mari jelajahi warisan ini untuk memahami akar penerbangan Indonesia lebih dalam.
1. Lapangan Terbang Kalijati, Subang
Lapangan Terbang Kalijati termasuk bandara tertua di Indonesia yang berdiri sejak awal abad ke-20. Bandara ini memainkan peran krusial dalam sejarah militer dan sipil. Pembangunannya mencerminkan ambisi kolonial Belanda dalam mengembangkan infrastruktur udara.
Lokasi Saat Ini
Bandara ini terletak di Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Jaraknya sekitar 100 kilometer dari Jakarta. Kawasan ini sekarang dikenal sebagai Pangkalan Udara Suryadarma. Akses mudah melalui jalan tol membuatnya tetap relevan untuk kegiatan militer.
Sejarah Pendirian
Belanda membangun lapangan terbang ini pada 30 Mei 1914 sebagai bagian dari Proef Vlief Afdeling (PVA) KNIL. Tujuannya mendukung operasi militer di Hindia Belanda. Pada 1921, fasilitas ini berkembang menjadi sekolah penerbangan. Pembangunan awal fokus pada landasan pacu sederhana untuk pesawat kecil. Selanjutnya, Jepang mengambil alih pada 1 Maret 1942 selama Perang Dunia II.
Peran dalam Perang Dunia II
Jepang menggunakan Kalijati sebagai basis strategis. Di sini, Belanda menyerah tanpa syarat pada 8 Maret 1942. Peristiwa ini menandai akhir kekuasaan Belanda di Jawa. Setelah itu, bandara menjadi pusat operasi udara Jepang. Pasca-perang, Indonesia menguasainya sepenuhnya pada 27 Desember 1949.
Transformasi Pasca-Kemerdekaan
Pemerintah Republik Indonesia mengubah fungsinya menjadi pangkalan TNI AU. Pada 2001, nama berganti menjadi Suryadarma untuk menghormati Marsekal Muda Suryadarma. Kini, bandara fokus pada latihan pesawat tempur dan helikopter. Tidak lagi melayani penerbangan komersial, tapi tetap vital untuk pertahanan nasional.
Fakta Menarik
Kalijati pernah menjadi lokasi latihan pesawat Fokker buatan Belanda. Luas lahan mencapai ribuan hektar. Bandara ini juga muncul dalam catatan sejarah sebagai titik awal penerbangan eksperimental. Pengunjung bisa melihat sisa bangunan kolonial jika berkunjung ke pangkalan.
2. Lapangan Terbang Andir, Bandung
Lapangan Terbang Andir menonjol sebagai salah satu bandara tertua di Indonesia dengan sejarah panjang di Jawa Barat. Awalnya militer, bandara ini berevolusi menjadi fasilitas sipil yang sibuk.
Lokasi Saat Ini
Terletak di Jl. Pajajaran No. 156, Kelurahan Husein Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. Dekat pusat kota, membuatnya mudah dijangkau. Sekarang dikenal sebagai Bandara Husein Sastranegara.
Sejarah Pendirian
Pembangunan dimulai pada 1918 oleh Hindia Belanda di Cipagalo, lalu pindah ke Andir karena tanah lebih stabil. Penerbangan sipil pertama melayani rute Bandung-Batavia pada 1928. Fasilitas awal termasuk hangar dan landasan rumput.
Pendudukan Jepang dan Kemerdekaan
Jepang menguasai bandara selama 1942-1945 untuk basis angkatan udara. Aktivitas vakum hingga 1949 pasca-kemerdekaan. Serah terima bertahap terjadi pada 1950. Bandara sempat jadi pangkalan militer TNI AU dari 1969 hingga 1973.
Perkembangan Modern
Pada 1974, bandara kembali ke fungsi komersial dengan nama Husein Sastranegara, menghormati pilot AURI yang gugur pada 1946. Kini melayani penerbangan domestik dan internasional terbatas. Renovasi terbaru meningkatkan kapasitas penumpang.
Fakta Menarik
Bandara ini pernah menjadi pusat pelatihan penerbangan sipil pertama di Indonesia. Luasnya sekitar 180 hektar. Banyak maskapai lokal memulai operasi dari sini. Penggemar sejarah bisa menelusuri museum kecil di area bandara.
3. Lapangan Terbang Tjililitan, Jakarta
Lapangan Terbang Tjililitan mewakili bandara tertua di Indonesia yang berkembang dari militer ke komersial di ibu kota. Sejarahnya penuh dengan prestasi penerbangan internasional.
Lokasi Saat Ini
Berada di Jakarta Timur, sekarang dikenal sebagai Bandara Halim Perdanakusuma. Dekat kawasan perumahan dan bisnis, memudahkan akses transportasi umum.
Sejarah Pendirian
Dibangun pada 1924 sebagai pangkalan udara Cililitan dengan fasilitas lengkap. Terkenal setelah rekor penerbangan KLM pada 1925. Awalnya fokus pada latihan pesawat Fokker untuk Asia Pasifik.
Masa Pendudukan dan Perubahan Nama
Jepang mengambil alih selama Perang Dunia II. Pada 17 Agustus 1952, nama berganti Halim Perdanakusuma untuk menghormati pahlawan udara. Bandara ini menjadi basis AURI pasca-kemerdekaan.
Fungsi Saat Ini
Kini beroperasi komersial, mengalihkan beban dari Soekarno-Hatta. Layani rute domestik utama. Renovasi pada 2010-an menambah terminal modern dan keamanan.
Fakta Menarik
Tjililitan mencatat penerbangan lintas benua pertama di Indonesia. Luas lahan sekitar 500 hektar. Bandara ini juga lokasi latihan presiden untuk penerbangan resmi. Wisatawan bisa melihat monumen pahlawan di area.
4. Bandar Udara Darmo, Surabaya
Bandar Udara Darmo menjadi bandara tertua di Indonesia bagian timur dengan pengaruh besar pada perdagangan. Sejarahnya mencakup era kolonial hingga transformasi kota.
Lokasi Saat Ini
Awalnya di kawasan Goenoengsarieweg, sekarang Jl. Gunung Sari, Surabaya, Jawa Timur. Bekas lokasi kini jadi pemukiman dan instalasi militer seperti Komplek Makodam V Brawijaya.
Sejarah Pendirian
Dibangun pada 1929 sebagai Vliegveld Darmo. Mulai rute Batavia-Surabaya pada 1928, komersial penuh 1929. Awalnya militer, lalu sipil dengan landasan modern.
Peran Internasional
Amelia Earhart pernah singgah di sini. Bandara ikut MacRobertson Trophy Air Race 1934. Kegiatan komersial pindah ke Morokrembangan pada 1940-an karena ekspansi.
Status Pasca-Penutupan
Setelah 1940, bandara tidak lagi aktif komersial. Lahan berubah fungsi jadi area militer dan residensial. Sisa struktur terbatas, tapi catatan sejarah tetap lestari.
Fakta Menarik
Darmo pernah jadi bandara terbesar di Jawa Timur. Panjang landasan awal 1.200 meter. Bandara ini mendukung perdagangan tembakau dan gula. Peneliti sejarah sering kunjungi situs untuk studi.
5. Bandar Udara Polonia, Medan
Bandar Udara Polonia menutup daftar bandara tertua di Indonesia dengan akar dari perkebunan kolonial. Sejarahnya mencerminkan perkembangan Sumatera Utara.
Lokasi Saat Ini
Terletak di Medan, Sumatera Utara. Sekarang jadi pangkalan TNI AU setelah pindah ke Kuala Namu pada 2013.
Sejarah Pendirian
Lahan berasal dari kebun tembakau Baron Michalsky pada 1872, dinamai Polonia. Disisakan untuk landasan pada 1879. Resmi dibuka 1928 untuk KNILM, penerbangan berkala 1930.
Masa Jepang dan Orde Baru
Jepang gunakan untuk militer sebelum 1945. Berkembang pada Orde Baru untuk domestik dan internasional. Dikelola Angkasa Pura II sejak 1985.
Penutupan dan Warisan
Kecelakaan Mandala Airlines 2005 menewaskan 101 orang, mendorong penutupan komersial. Pindah ke Kuala Namu. Kini fokus militer, tapi sejarah tetap diingat.
Fakta Menarik
Polonia punya landasan 2,9 km awal. Pernah layani Boeing besar. Nama dari Polandia asal baron. Museum lokal simpan artefak bandara ini.
Kesimpulan
Lima bandara tertua di Indonesia ini menunjukkan evolusi penerbangan dari era kolonial hingga modern. Mulai dari Kalijati hingga Polonia, setiap lokasi menyimpan cerita unik tentang perjuangan dan inovasi. Anda bisa kunjungi situs-situs ini untuk rasakan langsung sejarahnya. Jelajahi lebih lanjut warisan aviasi Indonesia. Bagikan pengalaman Anda di komentar!









